Kritik dan Humor Dalam Layanan Publik

Teks Anekdot
Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya.
ü  Struktur teks Anekdot:
1.      Abstrak  ( Pemaparan )
2.      Orientation ( Pengenalan )
3.      Events ( Rangkaian Kejadian )
4.      Krisis (Pemunculan masalah )
5.      Reaksi
6.      Koda  ( Perubahan yang teradi pada tokoh )
ü  Kaidah teks Anekdot
1.      Waktu lampau
2.      Pertanyaan Retorika
3.      Konjungsi Waktu
4.      Bersifat Sendirian
5.      Mengandung unsur humor
6.      Melibatkan tokoh terkenal
o   Contoh teks Anekdot

Presiden dan Burung Beo

Ada dua orang presiden yang terlibat dalam sesi tanya jawab dan suasananya cukup mengherankan.

Presiden 1: "Ada burung Beo yang sudah diajarkan dua bahasa sekaligus, dan burung Beo tadi bisa menirukan dengan bagus, satu bahasa Inggris dan yang ke dua bahasa Rusia. Jadi kalau ditarik kakinya yang kanan, burung Beo akan biacara bahasa Inggris dan kalau ditarik kakinya yang kiri burung Beo akan bicara bahasa Rusia, hebatkan!"
Presiden 2: "Hebat-hebat!"
"Bagaimana kalau kedua kakinya ditarik?" tanya presiden 1.
"Wah pasti burung Beo tadi bisa dua bahasa sekaligus!" jawab presiden 2.
"Salah".
"Oh mungkin dua bahasa tadi menjadi campur aduk!".
"Salah".
"Atau mungkin salah satu katanya akan ketukar, satu bahasa Inggris dan kata kedua bahasa Rusia".
"Salah".
"Loh ... jadi gimana donk?".
"Yang jelas kalau kedua kakinya ditarik, burung Beonya akan jatuh dari sarangnya, bego!".
"Eh jangan main-main ya, gini-gini gua presiden, walau hanya di rumah tangga, masa lu bilang bego!".
Dan tak lama kemudian pun burung Beo itu menirukan kata-kata tersebut.
"Presiden bego ... presiden bego ... presiden bego!" suara burung Beo terdengar berulang-ulang.

o   Strukturnya :
1.      Abstraksi: Ada dua orang presiden yang terlibat dalam sesi tanya jawab.
2.      Orientasi:  Suasananya cukup mengherankan.
3.      Krisis: "Yang jelas kalau kedua kakinya ditarik, burung Beonya akan jatuh dari sarangnya, bego!".
4.      Event: Ada burung Beo yang sudah diajarkan dua bahasa sekaligus, dan burung Beo tadi bisa menirukan dengan bagus, satu bahasa Inggris dan yang ke dua bahasa Rusia.
5.      Reaksi: "Eh jangan main-main ya, gini-gini gua presiden, walau hanya di rumah tangga, masa lu bilang bego!".
6.      Koda:  "Presiden bego ... presiden bego ... presiden bego!" suara burung Beo terdengar berulang-ulang.

Share:
Read More

Budaya Berpendapat Di Forum Ekonomi dan Politik

A.   Pengertian Teks Eksposisi
        Teks eksposisi adalah teks yang berisi pernyataan pendapat yang disertai dengan argumentasi yang diyakini kebenarannya melalui pengungkapan fakta untuk mempertahankan opini dan sebagai penjelasan atas argumentasi dari penulis teks.Susunannya dibuat semenarik mungkin dengan memberikan berbagai argumen, data-data yang menunjang pendapat dari penulis tentang masalah yang sedang dibahas. Data-data yang digunakan itu bertujuan untuk mempengaruhi atau mengubah persepsi pembaca atau pendengar untuk mengikuti atau menerima pendapat penulis teks tersebut. Fungsi sosial teks eksposisi adalah teks yang digunakan untuk mengusulkan pendapat pribadi mengenai sesuatu atau sebagai wadah untuk mengemukakan pendapat.

B.    Struktur Teks Eksposisi
1.    Pernyataan pendapat
Merupakan tahapan yang menyajikan pandangan awal untuk menjelaskan permasalahan yang sedang dibicarakan. Pada bagian ini penulis menyampaikan pendapat pribadinya (klaim/opini) mengenai masalah yang sedang dibicarakan.
2.    Argumentasi
Merupakan tahap yang berisi pernyataan penulis teks yang berisi  alasan digunakan untuk mempengaruhi atau mengubah persepsi pembaca agar mengikuti atau menerima pendapat penulis teks. Dalam argumentasi, penulis bisa saja memasukkan fakta maupun opini pribadinya.
3.    Penegasan ulang pendapat
Merupakan tahapan yang menyuguhkan kembali pandangan penulis dengan memberikan penekanan berupa saran, kritik, harapan terhadap permasalahan yang diungkapkan. Penekanan ulang berupa saran, kritik, harapan bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dibahas.

C.    Ciri Teks Eksposisi yang Ideal
      Teks eksposisi yang ideal hanya memiliki satu sisi argumentasi. Artinya, dalam teks tersebut hanya membahas satu sisi mendukung saja  atau hanya menentang, bermanfaat atau merugikan,  setuju atau menolak. Teks eksposisi yang ideal tidak memiliki dualisme argumentasi yang disampaikan. Dualisme pada teks eksposisi dapat kita ketahui dari judul dan konjungsi yang digunakan atau melalui diksi atau pilihan kata yang menunjukkan lawan kata (antonim). Diperlukan kejelian dan kecermatan untuk menganalisis adanya dualisme argumentasi pada teks eksposisi.

D.   Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi
1.    Pronomina
             Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu :
a)    Paronomina Persona (kata ganti orang)
1)    Persona Tunggal
      Contohnya seperti ia, dia, anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si-.
2)    Persona Jamak
      Contohnya seperti kita, kami, kalian, mereka, hadirin, para.
b)   Pronomina Nonpersona (kata ganti bukan orang)
1)    Pronomina Penunjuk
      Contohnya seperti ini, itu, sini, situ, sana.
2)    Pronomina Penanya
      Contohnya seperti apa, mana, siapa.

2.    Kata Leksikal (Nomina, Verba, Adjektiva, Adverbia)
a)    Nomina (kata benda)
Merupakan kata yang mengacu pada benda, baik nyata maupun abstrak. Dalam kalimat berkedudukan sebagai subjek. Dilihat dari bentuk dan maknanya ada yang berbentuk nomina dasar maupun nomina turunan. Nomina dasar contohnya gambar, meja, rumah, pisau. Nomina turunan contohnya perbuatan, pembelian, kekuatan, dll.
b)   Verba (kata kerja)
Merupakan kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Dalam kalimat biasanya  berfungsi sebagai predikat. Verba dilihat dari bentuknya dibedakan menjadi dua yaitu :
1)    Verba dasar
Merupakan verba yang belum mengalami proses morfologis (afiksasi, reduplikasi, komposisi)
Contohnya mandi, pergi, ada, tiba, turun, jatuh, tinggal, tiba, dll.
2)    Verba turunan
Merupakan verba yang telah mengalami perubahan bentuk dasar karena proses morfologis (afiksasi, reduplikasi, komposisi). Contohnya melebur, mendarat, berlayar, berjuang, memukul-mukul, makan-makan, cuci muka, mempertanggungjawabkan, dll.
c)    Adjektiva (kata sifat)
Merupakan kata yang yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan binatang. Contohnya cantik, gagah, indah, menawan, berlebihan, lunak, lebar, luas, negatif, positif, jernih, dingin, jelek, dan lain-lain.
d)   Adverbia (kata keterangan)
Merupakan kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara, dan lain-lain. Contohnya di-, dari-, ke-, sini, sana, mana, saat, ketika, mula-mula, dengan, memakai, berdiskusi, dan lain-lain.
3.    Konjungsi
        Konjungsi dapat digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi.Idealnya argumentasi tidak disajikan secara acak. Artinya, suatu jenis konjungsi dapat digunakan dengan menggabungkannya dengan konjungsi yang sejenis dalam suatu kalimat yang saling berkorelasi sehingga membentuk koherensi antarkalimat. Dapat pula mengombinasikan beberapa jenis konjungsi dalam suatu teks sehingga tercipta keharmonisan makna maupun struktur.
  •          Seperti konjungsi temporal seperti mula-mula, kemudian, lalu, setelah itu, akhirnyadapat digunakan bersamaan dalam satu teks eksposisi. Konjungsi temporal seperti itu dapat digunakan untuk menata argumentasi dengan cara mengurutkan dari yang penting menuju ke yang kurang penting atau sebaliknya. Konjungsi sebab-akibat dapat digunakan untuk menyuguhkan informasi asal-muasal suatu peristiwa atau kejadian dan efek yang ditimbulkan dari kejadian tersebut. Konjungsi penegasan seperti pada kenyataannya, kemudian, lebih lanjut, bahkan digunakan untuk mengurutkan informasi dari yang kuat menuju yang lemah atau sebaliknya. Lebih lanjut lagi berikut ini adalah jenis konjungsi yang dapat ditemukan pada teks eksposisi :
1.    Konjungsi waktu : sesudah, setelah, sebelum, lalu, kemudian, setelah itu 
2.    Konjungsi gabungan : dan, serta, dengan
3.    Konjungsi pertentangan : tetapi, akan tetapi, namun, melainkan, sedangkan
4.    Konjungsi pilihan : atau
5.    Konjungsi penegasan/penguatan : bahkan, apalagi, hanya, lagi pula, itu pun
6.    Konjungsi pembatasan : kecuali, selain, asal
7.    konjungsi tujuan : agar, supaya, untuk
8.    Konjungsi persyaratan : kalau, jika, jikalau, bila, asalkan, bilamana, apabila
9.    Konjungsi perincian : yaitu, adalah, ialah, antara lain, yakni
10. Konjungsi penjelasan : bahwa
11. Konjungsi sebab akibat : karena, sehingga, sebab, akibat, akibatnya
12. Konjungsi perbandingan : bagai, seperti, ibarat, serupa
13. Konjungsi penyimpulan :oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian
Share:
Read More

Proses Menjadi Warga Yang Baik

PROSES MENJADI WARGA YANG BAIK

Sebagai warga yang baik, kita perlu hidup berdampingan dengan sesama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dalam hal itu, kalian perlu memiliki perilaku sehari-hari yang mencerminkan kesadaran hukum, yaitu kesadaran akan nilai-nilai yang terdapat dalam diri manusia mengenai hukum  yang ada atau kesadaran akan adanya perilaku yang diatur dengan hukum. Pada konteks bermasyarakat dan bernegara itu, setiap warga negara Indonesia wajib mematuhi hukum. Dengan kata lain, setiap orang Indonesia hendaknya berperilaku sesuai dengan ketentuan hukum.

  Pada konteks bermasyarakat secara global pun, setiap orang merupakan warga dunia yang hendaknya dapat beradaptasi dengan tata peraturan pergaulan internasional. Kesadaranhukum yang dimiliki setiap orang tercermin pada berbagai aspek kehidupan.

Teks prosedur berisi langkah-langkah atau tahap-tahap yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Terdapat banyak kegiatan di sekitar kita yang harus dilakukan menurut prosedur. Jika kalian tidak mengikuti prosedur itu, tujuan yang diharapkan tidak tercapai dan kalian dapat dikatakan sebagai orang yang tidak mengetahui aturan.

  • Berikut Cara Supaya anda jadi Warga Negara Yang Baik:
1. Tingkatkan Iman Dan Taqwa kepada Allah SWT.
    Kalain seorang yang beraga Islam, jika iya dengan     meningkatkan Iman dan Taqwa ini kamu akan sadar dan tidak akan berani melakukan tindakan kejahatan.
2. Carilah Ilmu Sampai Akhir Hayat.
   Wajib hukumnya mencari Ilmu, dengan Ilmu yang Luas kamu akan tahu sikap yang baik dan mana  yang salah, dan orang yang luas ilmunya akan berpikir dua kali untuk melakukan tindakan kejahatan yang merusak negara, dan dia akan berpikir bagaimana cara menjadi warga negara yang baik
3. Selalu ingat Pada Keluarga, Tuhan, Teman-teman dan Kematian.
   Jika anda mau berbuat kejahatan ingatlah orang-orang disekelilingmu, terutama Ingat bahwa setiap tindakan ada yang melihat Tuhan Yang Maha Esa, Maha Melihat,dan ingat seandainya hidup anda tinggal beberapa jam saja, maka anda akan menghindari sikap tidak baik.
4.  Senantiasa menerima Peraturan dan Ketentuan dari Pemerintah.
   Apa anda menerima setiap peraturan dan ketentuan dari pemerintah, jika iya maka anda akan akan melak sanakan Hukum yang berlaku, tapi sebaliknya anda akan bersikap Anarkis yang merusak negara, jika ada sesuatu hal yang bersangkutan dengan negara dan hal itu tidak baik, jangan salahkan Pemerintah, Pemerintah sebenarnya berusaha membuat Negara nya Maju, dan jangan anggap mudah kedudukan Pemerintah itu.
5. Jalani Peraturan Yang Berlaku dengan Senang Hati.
   Laksanakan Hukum yang berlaku dengan senang hati dan ikhlas menjalankan nya demi kemajuan bangsa dan negara.

Dalam kaitan dengan aspek warga yang baik untuk mengikuti tahapan dalam suatu proses, kalian akan mengeksplorasi teks prosedur kompleks. Akan kalian ketahui bahwa teks prosedur berisi langkah-langkah atau tahap-tahap yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Terdapat banyak kegiatan di sekitar kita yang harus dilakukan menurut prosedur. Jika kalian tidak mengikuti prosedur itu, tujuan yang diharapkan tidak tercapai dan kalian dapat dikatakan sebagai orang yang tidak mengetahui aturan.

Prosedur
Prosedur adalah serangkaian aksi yang spesifik, tindakan atau operasi yang harus dijalankan atau dieksekusi dengan cara yang sama agar selalu memperoleh hasil yang sama dari keadaan yang sama (contohnya prosedur kesehatan dan keselamatan kerja).
Karekteristik Prosedur
  Berikut ini adalah beberapa karakteristik prosedur, diantaranya adalah:
1. Prosedur menunjang tercapainya suatu organisasi
2. Prosedur mampu menciptakan adanya pengawasan yang baik dan
menggunakan biaya yang seminimal mungkin.
3. Prosedur menunjukan urutan-urutan yang logis dan sederhana.
4. Prosedur menunjukan adanya penetapan keputusan dan tanggungjawab.
5. Menunjukan tidak adanya keterlambatan atau hambatan.
6. Adanya suatu pedoman kerja yang harus diikuti oleh anggota-anggota organisasi.
7. Mencegah terjadinya penyimpangan.
8. Membantu efisiensi, efektivitas dan produktivitas kerja dari suatu unitorganisasi.
Manfaat prosedur
  Suatu prosedur dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Lebih memudahkan dalam menentukan langkah-langkah kegiatan dimasa yang akan datang.
2. Mengubah pekerjaan berulang-ulang menjadi rutin dan terbatas, sehingga
 menyederhanakan pelaksanaan dan untuk selanjutnya mengerjakan yang seperlunya saja.
3. Adanya suatu petunjuk atau program kerja yang jelas dan harus dipatuhi oleh seluruh pelaksana.
4. Membantu dalam usaha meningkatkan produkivitas kerja yang efektif dan efisien.
5. Mencegah terjadinya penyimpangan dan memudahkan dalam pengawasan, bila terjadi penyimpangan akan dapat segera diadakan perbaikanperbaikan sepanjang dalam tugas dan fungsinya masing-masing.

Menerapkan Kalimat Perintah dalam Teks Prosedur
Kalimat Imperatif
  Berfungsi untuk meminta atau melarang seseorang untuk melakukan sesuatu. Berikut adalah contoh-contoh kalimat imperatif:
(a)Kenali si petugas
(b)Pahami kesalahan anda
(c)Pastikan tuduhan pelanggaran
(d)Jangan serahkan kendaraan atau STNK begitu saja
(e)Terima atau tolak tuduhan

Kalimat Deklaratif
  Adalah kalimat yang berisi pernyataan. Kalimat seperti itu berfungsi untuk memberikan informasi atau berita tentang sesuatu.  Apabila contoh-contoh kalimat imperatif di atas diubah menjadi kalimat deklaratif, kalimat itu dapat disajikan berikut ini:
(a)Pengendara yang terkena tilang menggenali petugas yang memberikan tilang.
(b)Pengendara memahami kesalahannya.
(c)Pengendara memastikan tuduhan pelanggaran.
(d)Pengendara tidak menyerahkan kendaraan atau STNK begitu saja kepada petugas.
(e)Pengendara menerima atau menolak tuduhan.
Kalimat Interogatif
  Adalah kalimat yang berisi pertanyaan. Kalimat interogatiif berfungsi untuk meminta informasi tentang sesuatu. Kalimat interogatif dapat dibagi menjadi kalimat interogatif yang menuntut jawaban ya atau tidak dan kalimat interogatif yang menuntut jawaban yang berupa informasi. Kalimat (a), (b), dan (c) merupakan contoh kalimat interogatif yang menuntut jawaban ya atau tidak.
(a)Apakah Anda mengenali petugas?
(b)Apakah Anda memahami kesalahan Anda?
(c)Dapatkah Anda memastikan tuduhan pelanggaran?
(d)Mengapa Anda menyerahkan kendaraan atau STNK begitu saja kepada petugas?
(e)Siapakah yang menerima atau menolak tuduhan.
Share:
Read More

Gemar Meneroka Alam Semesta


1 PELAJARAN I GEMAR MENEROKA ALAM SEMESTA (Teks Laporan Hasil Observasi)
Kegiatan 1: Pemodelan Teks Laporan Hasil Observasi
2 Mengamati teks laporan yang ideal
Laporan: jenis teks yang berisi penjabaran umum mengenai sesuatu yang didasarkan pada hasil observasi. Teks laporan juga sering disebut teks klasifikasi. Teks ini mengutamakan hubungan antara kelas dan sub-subkelas atau anggota-anggota kelas yang ada. Struktur teksnya adalah pernyataan umum/klasifikasi^anggota/ aspek yang dilaporkan.Aspek yang dilaporkan diperinci secara urut.Tidak terdapat semacam penutup yang berupa simpulan atau pandangan penulis teks terhadap pokok yang dikemukakan.Penulis teks hanya melaporkan apa yang dilihat dan yang diketahui.Teks laporan juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentuTeks laporan sering dianggap sama dengan teks deskripsi.
3 Ciri-ciri teks laporan dan teks deskripsi
Bersifat global dan universal.Bersifat unik dan individual.Fokus pada pengelompokan berbagai hal ke dalam jenis-jenis sesuai dengan ciri-ciri setiap jenis pada umumnya.Fokus pada uraian bentuk, ciri-ciri, dan keadaan sesuatu yang dideskripsikan untuk tempat dan waktu tertentu.Berkaitan dengan hubungan berjenjang antara sebuah kelas dan sub-subkelasBerkaitan hanya dengan hubungan antara keseluruhan dan bagian-bagiannya.Aspek yang dilaporkan diperinci secara urut.Tidak terdapat semacam penutup (simpulan atau pandangan penulis).
4 Struktur Teks Laporan Observasi
Struktur teks laporan observasi meliputi: pernyataan umum/ klasifikasi dan aspek yang dilaporkan.Pernyataan umum: pengantar ttg hal yang akan dilaporkan / klasifikasi berdasarkan kriteria persamaan dan perbedaanaspek yang dilaporkan: pemaparan ttg sesuatu yang dilaporkan, dapat berupa pemaparan bentuk fisik, karakter, dan kebiasaan dr sesuatu tersebut.Misalnya: untuk melaporkan kehidupan harimau dimulai dengan membuat klasifikasi jenis-jenis harimau kemudian memaparkan bentuk fisik, ciri-ciri, habitat, dan kebiasaan hidup harimau.Aspek yang dilaporkan dapat dilakukan dengan memerinci lagi ke bagian yang lebih spesifik.
5 Sistematika Laporan Observasi
Sampul (nama & judul laporan, identitas pembuat)Hal-hal penting yang ditemukan (2W+1H)Laporan ObservasiJudul: Jembatan Harus MemudahkanParagraf 1 (pernyataan umum):Jembatan merupakan.... Jembatan memiliki fungsi untuk... Tugas kita adalah menjaga jembatan tersebut agar tetap berfunsi sebagaimana mestinya.Paragraf 2 dan selanjutnya (aspek yang dilaporkan)Jembatan terdiri atas beberapa jenis,antara lain ..., ...., ...., ..., dan ....Kontruksi jembatan biasanya terbuat dari ..., ..., ...., ...., ..., dan ....Jembatan yang baik haruslah memperhatikan beberapa hal berikut ...., ..., ...., ...., ..., dan ....
6 Pola teks laporan observasi
Tema: Perkembangan Emosi pada RemajaStrutur teksPenjelasanPernyataan Umum/ KlasifikasiPernyataan umum tentang definisi “perkembangan emosi” dan kondisi emosi remaja secara umum yang rentan dg pengaruh lingkungannya: “Perkembangan emosi pada remaja ditandai dengan emosi yang tidak stabil dan penuh gejolak. Pada masa ini suasana hati sangat mudah berubah dengan sangat cepat.”Aspek yang dilaporkan 1Pemaparan tentang “Bentuk-bentuk emosi pada remaja”Aspek yang dilaporkan 4Pemaparan tentang “Hubungan antara Emosi dan Tingkah Laku pada Remaja”Aspek yang dilaporkan 3Pemaparan tentang “Karakteristik Perkembangan Emosi pada Remaja”
7 Contoh pembagian struktur teks laporan
Pernyataan umum atau klasifikasiBenda di dunia dapat dikelompokkan atas persamaan dan perbedaannya. Dengan pengelompokan, benda-benda itu lebih mudah dipelajari.Aspek yang dilaporkanSemua benda di dunia ini dapat diklasifikasi menjadi dua kelompok, yaitu benda hidup dan benda mati. Yang pertama sering disebut makhluk hidup dan yang kedua disebut makhluk mati. Benda hidup mempunyai ciri-ciri umum, seperti bergerak, bernapas, tumbuh, dan mempunyai keturunan. Benda hidup juga membutuhkan makanan. Benda mati dibedakan dari benda hidup karena benda mati tidak mempunyai ciri-ciri umum tersebut. Kera, tumbuh-tumbuhan, ikan, dan bunga adalah contoh benda hidup. Sementara itu, kaca, air, plastik, baja, dan oksigen adalah contoh benda mati.Benda hidup dapat dikelompokkan lagi menjadi binatang dan tumbuh-tumbuhan. Pengelompokan itu dilakukan karena keduanya berbeda dalam beberapa hal. Tumbuh-tumbuhan tidak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Tumbuh-tumbuhan tidak mempunyai otak, jantung, paru-paru, dan darah, tetapi hidup.
8 Memahami sinonim dan antonim dlm teks laporan
Kata-kata yang berbeda, tetapi mempunyai makna yang sama disebut sinonim.Kata-kata yang mempunyai makna yang berlawanan disebut antonim.”Semua benda di dunia ini dapat diklasifikasi menjadi dua kelompok, yaitu benda hidup dan benda mati. Yang pertama sering disebut makhluk hidup dan yang kedua disebut makhluk mati.Kata diklasifikasi dalam kutipan laporan di atas merupakan contoh sinonim dari digololongkan. Dan kata benda hidup dan benda mati dalam kutipan laporan di atas merupakan contoh antonim.
9 diturunkan melalui proses pengimbuhan/afiksasi
Memahami kata dasar menjadi kata bentukan dlm teks laporanCiri-ciri Verbaberposisi predikat dalam kalimat.dingkari dg TIDAK & tidak dpt diingkarkan dg BUKANtidak dapat bergabung dengan kata-kata HIPERLATIF (amat, paling, sangat)Ciri-ciri Nominaberposisi subjek, objek, atau pelengkap dlm kalimat berpredikat verba.diingkari dg BUKAN & tidak dpt diingkarkan dg TIDAKdapat diikuti oleh ADJEKTIVA (kata sifat), baik diantarai maupun tidak oleh kata YANGKata DasarKata bentukan:Verbaditurunkan melalui proses pengimbuhan/afiksasiKata bentukan:Nominamembagikan, berbagi, dibagikanmenggolongkan, tergolong, digolongkanbagigolongbagian, pembagianpenggolong, penggolongan
10 Memahami konjungsi (dan, tetapi, sementara itu, sedangkan, & selanjutnya) dlm teks laporan
Konjungsi adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan antar bagian kalimat (kata, frasa, klausa).Konjungsi berfungsi untuk memadukan antar bagian kalimat hingga menjadi kesatuan komunikasi yg benar dan efektif.KonjungsiMaknadanmenambahkan sifat-sifat untuk anggota kelas yang samatetapimenyatakan pertentangan keadaan yang dinyatakan sebelumnyaataumenyatakan pemilihansementara itumenyatakan perbandingan aktivitas yg berbeda tp sejenissedangkanmenyatakan perbandingan aktivitas yg bertentanganselanjutnyamenyatakan kelanjutan dari peristiwa atau keadaanapabilamenyatakan syaratdengan demikianmenyatakan konsekuensioleh karena itumenyatakan akibat
11 Memahami kelompok nomina penjenis dan kelompok nomina pendeskripsi dlm teks laporan
bendapenjenispendeskripsihewanpemangsagemuk/ kuruspemakandagingrakushutanjatigundulbukutulistipis/ teballingkunganhidupbersihdaerahpesesaangersangpadangrumputluasGabungan benda dan penjenis tidak bisa disisipi oleh kata apa pun. Kedua kata itu harus saling berdekatan.Gabungan kata benda dan kata pendeskripsi dapat disisipi, misalnya dengan kata penyangat, seperti sangat atau terlalu dan kata pewatas seperti yang.
12 Memahami kalimat simpleks & kompleks dlm teks laporan
Keberadaan konjungsi dapat menyebabkan sebuah kalimat menjadi kompleks atau simpleks.Kalimat simpleks: terdiri atas satu struktur dengan satu verba utama,Kalimat kompleks: terdiri atas dua struktur atau lebih dengan dua verba atau lebih.(a) Tumbuh-tumbuhan tergolong ke dalam makhluk hidup. (simpleks)(b) Tumbuh-tumbuhan yang ditanam di kebun itu tergolong ke dalam makhluk hidup. (simpleks)(c) Yang pertama sering disebut makhluk hidup dan yang kedua disebut makhluk mati. (kompleks)(d) Tanaman kacang itu akan tumbuh subur apabila petaninya rajin menyiramnya. (kompleks)
13 Memahami kalimat definisi & kalimat deskripsi dlm teks laporan
Teks laporan sering dimulai dg kalimat definisi tentang penggolongan atau klasifikasi.(a) Mamalia adalah binatang yang menyusui.(b) “Kucing besar” itu adalah hewan pemangsa dan pemakan daging.Kalimat (a) dan (b) dapat dirumuskan menjadi X=Y dengan keterangan bahwa X adalah hewan atau benda yang didefinisikan, Y adalah definisinya, dan tanda sama dengan (=) adalah verba penghubung, seperti adalah, ialah, termasuk, digolongkan, terdiri atas, disebut, dan meliputi.Perlu digarisbawahi bahwa X dan Y berbobot sama atau sepadan.
14 Memahami kalimat definisi dalam teks laporan
Pengujian keakuratan definisi dilakukan dg cara membalik kalimat definisi tsb.Dalam membalik kalimat tsb terkadang harus melakukan modifikasi seperlunya, misalnya dengan mengubah verbanya.Harimau merupakan hewan pemangsa dan pemakan.Hewan pemangsa dan pemakan daging meliputi harimau.Dalam teks laporan sering juga digunakan kalimat deskripsi selain kalimat definisi.Pola kalimat deskripsi tidak dapat dibalik seperti kalimat definisiKalimat deskripsi dapat berisi gambaran sifat benda antara lain, berupa ukuran, warna, rasa, atau sifat-sifat fisik lainnya.
15 LATIHAN
16 Lakukan pengelompokan benda-benda
Lengkapi bagan pengelompokan berikut!benda hiduptumbuhanhewaninvertebrataubur-uburkupu-kupumamalia…Sapi, kambing
17 Tentukan sinonim dan antonim kata
istilahsinonimantonimhidupmenyalamatipersamaanbergerakKerasTumbuhUmumBelakangKelompoksebagianPanjangberubah
18 Lengkapi kolom perubahan jenis kata berikut
Kata DasarVerbaNominabagimembagi, membagikan, berbagi, dibagi, dibagikanbagian, pembagiangolongmenggolongkan, tergolong, digolongkanpenggolong, penggolongankelompokjenisbesarkeciltumbuhsamaberbedaumum
19 Buatlah kalimat yang di dalamnya terdapat kelompok nomina dengan penjenis dan kelompok nomina dengan pendeskripsi.bendapenjenispendeskripsihewanpemangsagemuk/ kuruspemakandagingrakushutanjatigundulbukutulistipis/ teballingkunganhidupbersihdaerahpesesaangersangpadangrumputluasGabungan benda dan penjenis tidak bisa disisipi oleh kata apa pun. Kedua kata itu harus saling berdekatan.Gabungan kata benda dan kata pendeskripsi dapat disisipi, misalnya dengan kata penyangat, seperti sangat atau terlalu dan kata pewatas seperti yang.
20 Latihan pemahaman teks laporan
Jelaskan dan lakukan pembagian struktur teks pada teks laporan terlampir!Jelaskan penggunaan kalimat definisi dan kalimat deskripsi pada teks laporan terlampir!Lakukan identifikasi penggunaan kalimat kompleks dan pemanfaatan konjungsi pada teks laporan terlampir!Dengan bantuan diagram, buatlah klasifikasi tentang sistem peredaran darah manusia!Lakukan identifikasi pengubahan kata dasar ke dalam bentuk verba dan nomina pada teks laporan terlampir!Lakukan identifikasi penggunaan penjenis dan pendeskripsi pada teks laporan terlampir!
21 SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, pembuluh darah, dan jantung. Semua itu dapat diperinci sebagai berikut. Darah adalah cairan merah yang kental. Terdapat sekitar 3,5 liter darah pada rata-rata tubuh manusia dan dapat digolongkan menjadi golongan A, B, O, dan AB. Terdapat tiga jenis pembuluh darah, yaitu arteri, vena, dan kapiler. Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang lebar. Pembuluh darah jenis ini menyalurkan darah ke seluruh bagian tubuh. Darah pada pembuluh arteri berwarna merah cerah dan mengandung oksigen. Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang sempit. Pembuluh darah jenis ini memiliki dinding yang tipis dan tidak elastis. Adapun pembuluh darah kapiler adalah pembuluh darah yang sangat kecil. Jantung adalah organ yang berbentuk seperti kerucut. Jantung terletak di tengah dada bagian dalam. Jantung merupakan organ tebal, berotot, dan mempunyai empat bilik. Rara-rata jantung mempunyai ukuran panjang kira-kira 13 cm, lebar 9 cm, dan tebal 6 cm. Berat jantung sekitar 300 gram.
22 Latihan 3Saksikan sebuah tayangan video pembelajaran tentang observasi lingkungan berikut!Catatlah beberapa informasi penting yang kamu temukan di dalamnya. Manfaatkan konsep 2W+1H (what-why-how)Diskusikan dengan temanmu perihal penyusunan laporan observasi berdasarkan informasi dari tayangan video tersebut! Perhatikan kelengkapan struktur teksnya!Tandai penggunaan kalimat definisi, kalimat kompleks, kalimat sederhana dalam laporan hasil observasi yang kamu susun!Presentasikan laporan observasimu untuk mendapatkan tanggapan dari teman-temanmu! (dibagi dua kelompok: presentator & pemberi tanggapan)
23 Sistematika Laporan Observasi
Sampul (nama & judul laporan, identitas pembuat)Hal-hal penting yang ditemukan (2W+1H)Laporan ObservasiJudul: Jembatan Harus MemudahkanParagraf 1 (pernyataan umum):Jembatan merupakan.... Jembatan memiliki fungsi untuk... Tugas kita adalah menjaga jembatan tersebut agar tetap berfunsi sebagaimana mestinya.Paragraf 2 dan selanjutnya (aspek yang dilaporkan)Jembatan terdiri atas beberapa jenis,antara lain ..., ...., ...., ..., dan ....Kontruksi jembatan biasanya terbuat dari ..., ..., ...., ...., ..., dan ....Jembatan yang baik haruslah memperhatikan beberapa hal berikut ...., ..., ...., ...., ..., dan ....
Share:
Read More